Sun.com is dead
PHP : UPLOAD_ERR_INI_SIZE
Kita ubah agar maximum upload files di webnya jadi 64MB :
; Maximum allowed size for uploaded files.
upload_max_filesize = 64M
Konfigurasi tentang php ada di file php.ini
Nginx Error : 413 Request Entity Too Large
Jika Anda mendapatkan error ketika mengupload file dan keluar 413 Request Entity Too Large pada nginx, berikut tipsnya agar Anda bisa mengupload lebih dari 1-2 MB. Edit file konfigurasi nginx.conf menjadi seperti ini.
server {
client_max_body_size 64M;
listen 80;
server_name localhost;#charset koi8-r;
#access_log logs/host.access.log main;location / {
root /usr/local/www/data;
index index.php;
#auth_basic “Maaf, Anda tidak berhak mengakses halaman ini”;
#auth_basic_user_file conf/htpasswd;
}
Top 10 Tutorial Nginx
Nginx sebagai salah satu webserver yang banyak dipakai misalnya oleh kaskus.us , detik.com , indowebster.com,dll. Setelah menggunakan nginx, saya mengakui bahwa nginx memang lebih kenceng buat webserver static maupun dynamic. Berikut ini link yang bisa digunakan ketika pertama kalo install nginx :
http://blog.taragana.com/index.php/archive/top-10-nginx-tutorial/
FreeBSD

2 hari belakangan ini, saya ngoprek FreeBSD buat bikin webserver. Ada beberapa poin yang saya lakukan untuk instalasi webserver di FreeBSD :
1. Web servernya : NGINX
2. Databasenya : MySQL
3. SQL Editornya : phpmyadmin
4. PHP5 + extensionnya, phyton, dkk..
Menggunakan FreeBSD menjadi lebih mudah jika ada internet, karena kita bisa langsung install ports. Tinggal disetting repo master sitenya dan install dulu cvsup without gui. Dan catatan penting untuk melakukan instalasi webserver : “baca petunjuknya dengan baik dan sabar, karena saya belum terbiasa jadi masih terbilang rumit. Tapi, dengan melakukan berulang kali, Insya Alloh jadi terasa mudah”
Command OpenSolaris vs Command Linux
Disini membandingkan OpenSolaris dan Linux bukan untuk men-justice bahwa yang satu lebih bagus dari yang lainnya. Tapi, lebih kepada kebiasaan user jika menggunakan OpenSolaris dan Linux sehari-harinya. Hal ini bisa dijadikan referensi bagi user yang ingin menggunakan OpenSolaris atau Linux. Perbedaan yang jelas bisa di lihat dari beberapa hal dibawah ini :
1. Pindah ke Super-User atau Root
OpenSolaris
$ pfexec bash
Linux
$ sudo bash
2. Search Program
OpenSolaris
# pkg search -r netcat
# pkg search netcat
# pkg install SUNWnetcat
Linux
# apt-cache search netcat
# dpkg -S netcat
# apt-get install netcat
3. Manajemen Driver
OpenSolaris
- modinfo, modload, modunload
- add_drv, update_drv, rem_drv
- /etc/driver_aliases, /kernel/drv/*.conf
- /kernel/drv/*
Linux
- lsmod, insmod, rmmod, modprobe
- /etc/modules, /etc/modprobe.d/*
- /lib/modules/`uname -r`/*
4. Manajemen Proses
OpenSolaris
- prstat, ps, truss, kill
- pgrep, pargs, pfiles, pstack
- dtrace
- svccfg, svcadm, svcs
Linux
- top, ps, strace, kill
- /proc/$pid/
- via /etc/init.d and /etc/rc.d
5. Setting Network
OpenSolaris
- ifconfig, route, netstat, dladm
- pf
- Network Auto Magic (nwam)
Linux
- ifconfig, route, netstat, ip
- iptables
6. Filesystem
OpenSolaris
- /export/home
- /usr/adm, /var/adm, /var/log
- /var/tmp
- /devices, /dev
Linux
- /home
- /var/log
- /tmp
- /sys, /dev
OSUM Masuk CHIP Indonesia

Buat yang mau baca artikelnya, versi pdf-nya bisa didownload di sini :
http://bit.ly/5hNWsh
Disable GDM OpenSolaris
Secara default pada saat kita menyalakan laptop/komputer opensolaris, akan muncul dekstop login yang berbasis Gnome. Jika kamu ingin mendisable desktop Gnome tadi, bisa lakukan step berikut ini :
- login ke desktop terlebih dahulu, trus :
root@opensolaris:~# svcadm disable gdm

